Cara Baik Menjadi Bos Baru

Kunci Sukses Menjadi Bos Baru

Banyak yang menginginkan menjadi seorang bos, namun ternyata tak mudah mengemban tanggung jawab sebagai seorang atasan atau bos.

Berikut  Fuenteq.com hadirkan beberapa tips bagaimana menjadi bos yang baik dan sukses.

1. Rekrut tim terbaik dan beri kepercayaan
Seorang karyawan akan bekerja dengan baik saat mereka merasa dipercaya dan diberdayakan. Karena itu, ciptakan lingkungan kerja yang mampu membuat tim merasa dihargai dan tidak terus-menerus direcoki.

“Selalu ada, beri dukungan, dan beri masukan. Tetapi pada akhirnya percayalah bahwa bawahan Anda yang pintar dan sudah Anda rekrut itu mampu melakukan pekerjaannya,” kata Mandy Harris, seorang managing editor.

2. Jangan takut mengakui kesalahan
Atasan yang baik akan mendapat respek dari bawahannya, tetapi bukan berarti tanpa cacat cela. Untuk membangun rasa percaya dari anggota tim, jangan ragu mengakui saat Anda salah atau butuh opini kedua.

“Tim Anda akan lebih respek jika Anda jujur. Anda juga harus menerima bahwa dalam semua bidang pekerjaan, seorang manajer juga bisa melakukan kesalahan,” kata Nancy, seorang editor eksekutif.

3. Kuasai pekerjaan
Anda juga akan mendapat kesetiaan dan respek jika mau menunjukkan kemauan untuk mendampingi tim. Bukan berarti Anda harus terlibat dalam setiap detil pekerjaan tim, tetapi bekerja berdampingan sehingga Anda punya wawasan jelas tentang tugas yang dihadapi tim dan hambatannya.

4. Beri masukan secara jujur
Seringkali kita merasa tidak enak untuk memberi masukan kepada tim karena khawatir menyebabkan rasa marah. Padahal, sebenarnya banyak karyawan lebih suka jika atasannya bersikap jujur memberi masukan jika memang ada yang perlu diperbaiki.

Kuncinya adalah memberi masukan yang membangun, berdasarkan fakta, dan disampaikan secara baik. Sebagai manajer, kita tak bisa menghindari pembicaraan yang sulit karena justru menghambat kemajuan tim.

5. Jadi pendengar yang baik dan beri solusi
Anda harus jadi pendengar yang baik, ini berarti mendengarkan secara utuh agar memahami masalahnya dan fokus pada solusi.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *